Search
  • Zen Audio

Mitos Seputar Sound System

Updated: Oct 30, 2020


Jual sound system cafe, toko, restoran, bose, jbl, yamaha
Mitos Seputar Sound System

Saat Anda ingin memasang sound system di rumah atau di tempat komersial, dan Anda mulai mencari tahu mengenai hal-hal yang perlu diperhitungkan sebelum membeli, mungkin ada beberapa opini dari kerabat atau orang lain yang membuat Anda bingung. Apakah hal tersebut benar atau hanya sekedar opini. Berikut adalah mitos seputar sound system yang umumnya akan Anda dengar.



1. “Kabel speaker mahal menghasilkan suara lebih baik.”


Hal tersebut diatas tidak sepenuhnya mitos dan tidak sepenuhnya benar juga. Dalam hal menentukan tipe kabel speaker, hal yang perlu dipelajari adalah ketebalan kabel speaker, panjang kabel antara speaker ke amplifier, dan komposisi kabel.


Semakin tebal diameter kabel memberikan resistansi lebih rendah dalam menghantarkan sinyal audio. Semakin rendah resistansi maka sinyal yang dikirim dari amplifier ke speaker memiliki kualitas lebih baik.


Panjang kabel juga memberikan pengaruh. Semakin panjang kabel yang digunakan dengan tingkat diameter tebal lebih baik dalam mengirimkan sinyal audio daripada kabel dengan tingkat diameter tipis. Tetapi jika jarak antara speaker ke amplifier tidak terlalu jauh, maka menggunakan kabel dengan ketebalan lebih tipis sudah lebih dari cukup.


Komposisi kabel menentukan kualitas sinyal audio yang dikirim. Umumnya komposisi kabel berbahan tembaga 100% akan lebih baik dalam menghantarkan signal audio dibanding dengan komposisi kabel berbahan tembaga campuran.



2. “Cukup pakai speaker Branded, komponen lain yang standar saja.”


Jika Anda memiliki asumsi tersebut diatas, sebaiknya Anda berpikir ulang lagi. Memang pemilihan speaker/pengeras suara menjadi prioritas nomor satu. Dan jika Anda memiliki motto “Yang penting keluar suara, saya tidak perlu kualitas.”, Anda boleh abaikan hal ini.


Tetapi jika bagi Anda kualitas audio/suara menjadi hal penting sampai Anda mengetahui manfaat mendengarkan kualitas audio yang berkualitas, maka pemilihan power amplifier/receiver harus dipertimbangkan. Tentu dalam hal ini harga mahal dan Branded tidak menjadi patokan.


Dalam hal pemilihan power amplifier/receiver setidaknya ada 4 hal yang perlu dipertimbangkan.


Pertama adalah Amplifier Gain, seberapa besar amplifier tersebut dapat memperkuat signal. Kedua, Fidelity, seberapa akurat signal output yang dihasilkan amplifier tersebut dengan sinyal input. Selanjutnya, Signal Distortion Levels, berapa banyak sinyal frekuensi audio yang berubah/hilang dari frekuensi input. Dan yang terakhir adalah Efficiency, seberapa besar konsumsi listrik power amplifier tersebut.



3. “Pakai rekaman lagu bajakan sudah cukup.”


Menggunakan rekaman lagu bajakan identik dengan lagu format .mp3 yang sudah dikompres dengan sedemikian rupa sehingga file size menjadi lebih kecil. Namun ada hal yang dikorbankan dari proses kompresi rekaman lagu tersebut, yaitu mengeliminasi frekuensi rekaman lagu tersebut.


Jika Anda mencoba mendengar dengan seksama rekaman lagu original dan rekaman lagu yang sudah dikompresi, akan terdengar perbedaannya. Anda akan lebih nyaman dalam mendengar kualitas lagu original dibanding hasil kompresi, terlebih jika Anda sudah membeli set sound system yang berkualitas.


Itulah beberapa opini yang umumnya yang akan Anda dengar saat Anda ingin membeli sound system. Opini tersebut tidak sepenuhnya benar namun tidak salah juga, tergantung sejauh apa kualitas suara/sound system yang Anda inginkan. Apakah yang Anda inginkan sekedar “Yang penting keluar suara” atau kualitas menjadi pertimbangan.


Jika Anda masih bingung dalam menentukan sound system yang tepat untuk kebutuhan Anda. Jangan ragu menghubungi kami, kami akan membantu dalam pemilihan sound system yang tepat untuk Anda.